Fungsi Hati Pada Manusia

Sumber Gambar : nh-inspiration.blogspot.com
Berat hati manusia dewasa normal berkisar 1,4 kg atau 2,5 % dari masa tubuh. Letaknnya tepat di bawah diafragma dan di bagian teratas rongga abdominal. Menempati hampir seluruh bagian dari hypocondrium kanan dan sebagaian epigastrium abdomen. Permukaan bawah tidak rata dan menunjukkan lekukan fisura transverses, permukaan atasnya berbentuk cembung dan bedara di bawah diafragma.

Hati atau dikenal dalam istilah medis liver adalah organ yang sangat berperan sebagai penawar racun yang masuk ke dalam tubuh, hati juga berfungsi sebagai alat sekresi, bukan itu saja masih banyak fungsi hati pada manusia yang akan kami jelaskan pada ulasan hari ini.

 
1.       Membantu metabolisme Protein
Dalam metabolisme protein, hati berfungsi sebagai deaminasi (mengubah gugus amino, NH2) asam-asam amino agar dapat dipergunakan sebagai energy. Atau bisa juga diubah menjadi karbohidrat dan lemak. Mengubah amoniak (NH3), dimana amoniak ini merupakan substansi beracun menjadi urea yang nantinya akan dikeluarkan melalui urin (amoniak dihasilkan oleh bakteri-bakteri dalam usus saat deaminase), sintesis dari hampir keseluruhan protein plasma, seperti beta globulin, fibrinogen, albumin, alfa, dan protombin (yang bersama-sama dengan sel tiang, membentuk heparin) dan transaminasi transfer kelompok amino dari asam amino ke substansi (alfa-keto acid) dan senyawa lain

2.       Mensekresikan cairan empedu
Sebagian besar dari bilirubin di cairan empedu, dimana cairan empedu tersebut berada pada metabolisme di usus oleh bakteri-bakteri dan dikeluarkan feses. Bilirubin berasal dari heme, yaitu pada saat perombakan sel darah merah, diserap oleh hati dan da kemudian darah dikeluarkan menuju empedu.

Dalam proses konjugasi yang berlangsung di dalam retikulum endoplasma sel hati tersebut, mekanisme yang terjadi adalah melekatnya asam glukuronat (secara enzimatik) kepada salah satu atau kedua gugus asam propionat dari bilirubin. Hasil konjugasi (yang kita sebut sebagai bilirubin terkonjugasi) ini, sebagian besar berada dalam bentuk diglukuronida (80%), dan sebagian kecil dalam bentuk monoglukuronida.

Penempelan gugus glukuronida pada gugus propionat terjadi melalui suatu ikatan ester, sehingga proses yang terjadi disebut proses esterifikasi. Proses esterifikasi tersebut dikatalisasi oleh suatu enzim yang disebut bilirubin uridin-difosfat glukuronil transferase (lazimnya disebut enzim glukuronil transferase saja), yang berlokasi di retikulum endoplasmik sel hati.

Akibat konjugasi tersebut, terjadi perubahan sifat bilirubin. Perbedaan yang paling mencolok antara bilirubin terkonjugasi dan tidak terkonjugasi adalah sifat kelarutannya dalam air dan lemak. Bilirubin tidak terkonjugasi bersifat tidak larut dalam air, tapi mempunyai afinitas tinggi terhadap lemak. Karena sifat inilah, bilirubin tak terkonjugasi tidak akan diekskresikan ke urin. Sifat yang sebaliknya terdapat pada bilirubin terkonjugasi.

Karena kelarutannya yang tinggi pada lemak, bilirubin tidak terkonjugasi dapat larut di dalam lapisan lemak dari membran sel. Peningkatan dari bilirubin tidak terkonjugasi dapat menimbulkan efek yang sangat tidak kita inginkan, berupa kerusakan jaringan otak. Hal ini terjadi karena otak merupakan jaringan yang banyak mengandung lemak.

3.       Menghasilkan kolesterol tubuh
Hati menghasilkan sekitar separuh kolesterol tubuh, sisanya berasal dari makanan. Sekitar 80% kolesterol yang dibuat di hati digunakan untuk membuat empedu. Kolesterol merupakan bagian penting dari setiap selaput sel dan diperlukan untuk membuat hormon-hormon tertentu (termasuk hormon estrogen, testosteron dan hormonadrenal).

4.       Tempat penyimpanan
Selain glikogen, hati juga digunakan sebagai tempat menyimpan vitamin (A, B12, D, E, K) serta mineral (Fe dan Co). Sel-sel hati terdiri dari sebuah protein yang disebut apoferritin yang bergabung dengan Fe membentuk Ferritin sehingga Fe dapat disimpan di hati. Fe juga dapat dilepaskan jika kadarnya didarah turun.

5.       Mensintesis garam-garam empedu
Garam-garam empedu digunakan oleh usus kecil untuk mengemulsi dan menyerap lemak, fosfolipid, kolesterol, dan lipoprotein.

6.       Membantu dalam metabolisme karbohidrat
Fungsi hati menjadi penting, karena hati mampu mengontrol kadar gula dalam darah. Misalnya, pada saat kadar gula dalam darah tinggi, maka hati dapat mengubah glukosa dalam darah menjadi glikogen yang kemudian disimpan dalam hati (Glikogenesis), lalu pada saat kadar gula darah menurun, maka cadangan glikogen  di hati atau asam amino dapat diubah menjadi glukosa dan dilepakan ke dalam darah (glukoneogenesis) hingga pada akhirnya kadar gula darah dipertahankan untuk tetap normal. Hati juga dapat membantu pemecahan fruktosa dan galaktosa menjadi glukosa dan serta glukosa menjadi lemak.

7.       Sebagai fagosit
Sel-sel Kupffer’s dari hati mampu memakan sel darah merah dan sel darah putih yang rusak serta bakteri.

8.       Membantu metabolisme lemak
Membantu proses Beta oksidasi, dimana hati mampu menghasilkan asam lemak dari Asetil Koenzim A. Mengubah kelebihan Asetil Koenzim A menjadi badan keton (Ketogenesis). Mensintesa lipoprotein-lipoprotein saat transport asam-asam lemak dan kolesterol dari dan ke dalam sel, mensintesa kolesterol dan fosfolipid juga menghancurkan kolesterol menjadi garam empedu, serta menyimpan lemak.

Semoga apa yang dapat kami sampaikan pada hari ini dapat menambah wawasan anda mengenai hati. Begitu pentingnya peranan hati sehingga kita wajib menjaganya dengan menjaga setiap apa yang kita makan. Bertemu lagi di pembahasan berikutnya ya.

No comments:

Post a Comment