Berat hati
manusia dewasa normal berkisar 1,4 kg atau 2,5 % dari masa tubuh. Letaknnya
tepat di bawah diafragma dan di bagian teratas rongga abdominal. Menempati
hampir seluruh bagian dari hypocondrium kanan dan sebagaian epigastrium
abdomen. Permukaan bawah tidak rata dan menunjukkan lekukan fisura transverses,
permukaan atasnya berbentuk cembung dan bedara di bawah diafragma.
Hati atau
dikenal dalam istilah medis liver adalah organ yang sangat berperan sebagai
penawar racun yang masuk ke dalam tubuh, hati juga berfungsi sebagai alat
sekresi, bukan itu saja masih banyak fungsi hati pada manusia yang akan kami
jelaskan pada ulasan hari ini.
1.
Membantu metabolisme
Protein
Dalam metabolisme protein, hati berfungsi sebagai
deaminasi (mengubah gugus amino, NH2) asam-asam amino agar dapat dipergunakan
sebagai energy. Atau bisa juga diubah menjadi karbohidrat dan lemak. Mengubah
amoniak (NH3), dimana amoniak ini merupakan substansi beracun menjadi urea yang
nantinya akan dikeluarkan melalui urin (amoniak dihasilkan oleh bakteri-bakteri
dalam usus saat deaminase), sintesis dari hampir keseluruhan protein plasma,
seperti beta globulin, fibrinogen, albumin, alfa, dan protombin (yang
bersama-sama dengan sel tiang, membentuk heparin) dan transaminasi transfer
kelompok amino dari asam amino ke substansi (alfa-keto acid) dan senyawa lain
2.
Mensekresikan cairan empedu
Sebagian besar dari bilirubin di cairan empedu,
dimana cairan empedu tersebut berada pada metabolisme di usus oleh bakteri-bakteri
dan dikeluarkan feses. Bilirubin berasal dari heme, yaitu pada saat perombakan
sel darah merah, diserap oleh hati dan da kemudian darah dikeluarkan menuju
empedu.
Dalam proses konjugasi yang berlangsung di dalam
retikulum endoplasma sel hati tersebut, mekanisme yang terjadi adalah
melekatnya asam glukuronat (secara enzimatik) kepada salah satu atau kedua
gugus asam propionat dari bilirubin. Hasil konjugasi (yang kita sebut sebagai
bilirubin terkonjugasi) ini, sebagian besar berada dalam bentuk diglukuronida
(80%), dan sebagian kecil dalam bentuk monoglukuronida.
Penempelan gugus glukuronida pada gugus propionat terjadi melalui suatu ikatan ester, sehingga proses yang terjadi disebut proses esterifikasi. Proses esterifikasi tersebut dikatalisasi oleh suatu enzim yang disebut bilirubin uridin-difosfat glukuronil transferase (lazimnya disebut enzim glukuronil transferase saja), yang berlokasi di retikulum endoplasmik sel hati.
Akibat konjugasi tersebut, terjadi perubahan sifat bilirubin. Perbedaan yang paling mencolok antara bilirubin terkonjugasi dan tidak terkonjugasi adalah sifat kelarutannya dalam air dan lemak. Bilirubin tidak terkonjugasi bersifat tidak larut dalam air, tapi mempunyai afinitas tinggi terhadap lemak. Karena sifat inilah, bilirubin tak terkonjugasi tidak akan diekskresikan ke urin. Sifat yang sebaliknya terdapat pada bilirubin terkonjugasi.
Karena kelarutannya yang tinggi pada lemak, bilirubin tidak terkonjugasi dapat larut di dalam lapisan lemak dari membran sel. Peningkatan dari bilirubin tidak terkonjugasi dapat menimbulkan efek yang sangat tidak kita inginkan, berupa kerusakan jaringan otak. Hal ini terjadi karena otak merupakan jaringan yang banyak mengandung lemak.
Penempelan gugus glukuronida pada gugus propionat terjadi melalui suatu ikatan ester, sehingga proses yang terjadi disebut proses esterifikasi. Proses esterifikasi tersebut dikatalisasi oleh suatu enzim yang disebut bilirubin uridin-difosfat glukuronil transferase (lazimnya disebut enzim glukuronil transferase saja), yang berlokasi di retikulum endoplasmik sel hati.
Akibat konjugasi tersebut, terjadi perubahan sifat bilirubin. Perbedaan yang paling mencolok antara bilirubin terkonjugasi dan tidak terkonjugasi adalah sifat kelarutannya dalam air dan lemak. Bilirubin tidak terkonjugasi bersifat tidak larut dalam air, tapi mempunyai afinitas tinggi terhadap lemak. Karena sifat inilah, bilirubin tak terkonjugasi tidak akan diekskresikan ke urin. Sifat yang sebaliknya terdapat pada bilirubin terkonjugasi.
Karena kelarutannya yang tinggi pada lemak, bilirubin tidak terkonjugasi dapat larut di dalam lapisan lemak dari membran sel. Peningkatan dari bilirubin tidak terkonjugasi dapat menimbulkan efek yang sangat tidak kita inginkan, berupa kerusakan jaringan otak. Hal ini terjadi karena otak merupakan jaringan yang banyak mengandung lemak.
3.
Menghasilkan kolesterol
tubuh
Hati
menghasilkan sekitar separuh kolesterol tubuh, sisanya berasal dari makanan.
Sekitar 80% kolesterol yang dibuat di hati digunakan untuk membuat empedu.
Kolesterol merupakan bagian penting dari setiap selaput sel dan diperlukan
untuk membuat hormon-hormon tertentu (termasuk hormon estrogen, testosteron dan
hormonadrenal).
4. Tempat penyimpanan
Selain
glikogen, hati juga digunakan sebagai tempat menyimpan vitamin (A, B12, D, E,
K) serta mineral (Fe dan Co). Sel-sel hati terdiri dari sebuah protein yang
disebut apoferritin yang bergabung dengan Fe membentuk Ferritin sehingga Fe
dapat disimpan di hati. Fe juga dapat dilepaskan jika kadarnya didarah turun.
5. Mensintesis garam-garam empedu
Garam-garam
empedu digunakan oleh usus kecil untuk mengemulsi dan menyerap lemak,
fosfolipid, kolesterol, dan lipoprotein.
6. Membantu dalam
metabolisme karbohidrat
Fungsi hati
menjadi penting, karena hati mampu mengontrol kadar gula dalam darah. Misalnya,
pada saat kadar gula dalam darah tinggi, maka hati dapat mengubah glukosa dalam
darah menjadi glikogen yang kemudian disimpan dalam hati (Glikogenesis), lalu
pada saat kadar gula darah menurun, maka cadangan glikogen di hati atau
asam amino dapat diubah menjadi glukosa dan dilepakan ke dalam darah
(glukoneogenesis) hingga pada akhirnya kadar gula darah dipertahankan untuk
tetap normal. Hati juga dapat membantu pemecahan fruktosa dan galaktosa menjadi
glukosa dan serta glukosa menjadi lemak.
7. Sebagai fagosit
Sel-sel
Kupffer’s dari hati mampu memakan sel darah merah dan sel darah putih yang
rusak serta bakteri.
8. Membantu metabolisme lemak
Membantu proses Beta
oksidasi, dimana hati mampu menghasilkan asam lemak dari Asetil Koenzim A.
Mengubah kelebihan Asetil Koenzim A menjadi badan keton (Ketogenesis).
Mensintesa lipoprotein-lipoprotein saat transport asam-asam lemak dan
kolesterol dari dan ke dalam sel, mensintesa kolesterol dan fosfolipid juga
menghancurkan kolesterol menjadi garam empedu, serta menyimpan lemak.
Semoga apa yang dapat kami sampaikan
pada hari ini dapat menambah wawasan anda mengenai hati. Begitu pentingnya
peranan hati sehingga kita wajib menjaganya dengan menjaga setiap apa yang kita
makan. Bertemu lagi di pembahasan berikutnya ya.
No comments:
Post a Comment